Hhh…tiada kata yang pantas terucap selain “Alhamdulillah…” segala puji bagi-Mu ya Alloh… Setelah penantian dan perjuangan panjang, dapet juga yang aku impikan, sesuatu yang insy4WI bisa dijadikan pegangan hidup, mudah2an kedepannya diberi kelancaran segala urusan.
Hmmm…sepertinya aku dah lama sekali da pernah update blog ini, selain sibuk dengan urusan “duniawi” alias mencari sesuap nasi segenggam berlian, dari kota satu ke kota yang lain, dari kerjaan satu ke kerja yang lain pula, meski status tetep sama “kuli”. Ya, kuli dalam artian sebenarnya, seorang pekerja yang selalu disuruh2, belom punya wewenang, belom bisa merintah orang, dengan gaji pas2an tentunya. klo diingat perjuangan dulu mah, pedih, perih seperti luka disiram air garam, seperti pepatah dari Tapian Nauli, “Sudah jatuh tertimpa boiler…”. Tapi setidaknya dari sana aku banyak belajar, bahwa hidup tak selamanya berjalan sesuai harapan, kadang naik kadang turun, semakin banyak naik, semakin sakit pula ketika kau jatuh, semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kencang pula angin berhembus (nasehat dari kakaku tersayang sebelum berangkat ke pulau seberang).
Banyak cerita yang sebenernya pengen aku ceritakan, tapi entah aku bisa menyampaikan dengan bahasa yang bagus sehingga siapapun yang membaca coretanku ini tau perjalanan panjangku hingga terdampar di kota kecil dengan penduduk yang tidak sedikit ini… Semoga ini adalah awal dari coretan2ku selanjutnya, aku usahaain ceritanya runtut…
Salam dari Teluk Tapian Nauli – Tapanuli Utara
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
