kembali menulis


Wuiiih…. lama boneng tak nulis nih blog, ada perasaan yg luar binasa ketika inget pasword dan bisa masuk lagi ke blogku. Alhamdulillah yah, sesuatu banget :)

Ternyata banyak konsep tulisan yg blm aku publish, dan mulai sekarang, insyaAlloh bakalan rajin lagi nulis blog yg ane bikin sejak 2006. Aku mulai dari nerusin draft2 yang pernah dibikin, tapi mentok di tengah jalan, ntah karena ngantuk, capek, koneksi internet payah, mpe blom bisa publish.

:: HARI BERSEJARAH ITU ::

Wah, neh hari tak  semendung biasanya, hujan gerimis lumayan bikin bulu ketek merinding, gimana tidak, hari ini (7 September 2008) aku mo pergi ke Medan juang (sebenernya emang ke Medan seh..) naek wawat (red:pesawat) alias “montong abung”. Malu juga sebenernya ngakuin klo ini pertama kalinya aku naek model transportasi uji nyali ini, tapi emang itulah kenyataanya. Meski begitu tetep aja banyak alesan waktu mo pesen tiket aku cuman nitip temenku yang kebetulan penempatannya sama, di Sumatera Utara, meski beda unit, tapi sebelum ke masing2 unit/sektor kita kumpul dulu di medan.

Hari itu aku dianter ma keluarga, komplit, bapak, ibu, mbak wit ma  suaminya, jg calon ponakanku yg masih berumur sekitar 6 bulan ke Bandara Adisumarmo Solo_sebenernya di crocodile forget ato Boyolali_, dan janjian ma temenku. Aku_yg masih botak abis dari samapta_sudah dibikin deg deg serrr ma salah satu mba pramugari sebelum masuk pesawat. Mbak cantik itu bilang, “selamat jalan mas, dapet salam mas dari saya”, Kamfrettt…!!! knp baru sekarang naek pesawat yak?? klo gini mah, bakalan betah terbang dg bidadari2 ini, tiap hari pun ane jabanin..!! hehey :) aku sebagai alumni TK Siwi Peni IV, berusaha ngeles lah, “Ko, dapet salam tuh dari mbak pramugari”, sambil berharap yg sebenernya, bahwa salam itu emg untukku :) xixixi…maklum masih polos, blom belang2. “Bukan ah, kamu tuh”, temenku ga mau kalah.

Hmmm….. lanjutannya ga usah diterusin, krn emng ga ada lanjutan kisah itu, soalnya dah keburu didesak2 orang dari belakang, dan aku harus segera masuk ke pesawat, meski senyum mbaknya itu masih terkaing-kaing di otakku yg tak seberapa ini. Singkat kata singkat cerita, aku dan dia jatuh cinta, hush…!!! malah nyanyi, gak ding, singkat kata malem harinya, aku, dengan temenku itu, “Pertama” kalinya menginjakkan kaki di bulan, eh di pulau sumatera, pulau yg bentuknya kyk pisang goreng ini, untuk pertama kali, ya untuk pertama kalinya, Iya UNTUK PERTAMA KALI..!! Sengaja diulang, biar ada kesan dramatis nan romantis_karena waktu itu gerimis. 7 September 2008 itu hari bersejarah buat hidupku, karena itu pertama kalinya aku menyandang transmigran gelap tapi sedikit keren, karena meski sama2 transmigran dari jawa, bedanya aku datang pake pesawat, klo dulu naik kapal, atau bus Antar Lintas Sumatera_yg sekarang masih eksis_mendaki gunung turuni lembah susuri jalan terjal dan berliku di pulau ini.

Huh..penting ga sih cerita ginian? Mungkin buat yg baca, ga penting, tp buatku, ini lebih dari sekedar mendokumentasikan kisah hidupku, awal dari episode2 yg penuh perjuangan di rimba sumatera, yg diwarnai banyak intrik, konflik, kisah cintapun ada, yg semuanya insyaAlloh akan coba aku rangkai ulang lagi, dalam coretan2 di  blog ini.

Hooam…..mmm…. ngantuk, akan dilanjutkan kemudian.. wslm..

Walimatul Ursy




Amanah..??


“Yuk Bang, kita pulang ajah, dah ga ada orang lagi di kantor..!!” kata seorang mantan OJT di kantorku. “Ntar ya, masih jam 2, tunggu 2,5jam lagi baru bisa pulang..” Serba susah kerja di instansi dengan tingkat kemalasan sangat tinggi di negeri ini, ga bakalan menjadi world class company klo masih kayak gini..!!! cuman sekeder visi misi aja, ga ada action..!!! Sayang aku blom punya kekuatan untuk merubah orang lain, aku cuma bisa berusaha memperbaiki diri dulu, syukur2 bisa menular ke yang lain (yg baik2 tentunya).. yg buruk yaaa jgn ditiru..

KERACUNAAAAAN….!!!


Hmmm…lama ga update neh blog, tp sekali update cuman kasih tau klo tadi siang aku keracunan makanan di kantin. Aku pikir cuman aku aja yg kena, ada 4 ekor yg mengalami hal serupa.. Meski ga sampe mati, tpi dah lumayan bikin pengen muntah, pusing, peyut atit… Fyuuuh.. alhamdulillah dah rada mendingan, abis minum susyu… dah ah mo istirahat again…

KABAR DARI TELUK TAPIAN NAULI, SIBOLGA SUMATERA UTARA


Ternyata sudah hampir 3 bulan aku disini, di Sumatera Utara. Hari – hari aku lalui tanpa ada rencana yang pasti, tergantung kondisi lapangan (kata orang lapangan). Tetapi semua itu tidak buatku kaget karena kebetulan aku lebih suka diluar ruangan, dan basic kuliahku juga menuntut aku sering ke lapangan. Tapi disini, aku seperti terjebak dalam kantor sebagai calon engineer muda di salah satu instansi pemerintah di negeri ini, meski begitu aku selalu berusaha untuk ikhlas jalani semua, sehingga apa yang aku peroleh nantinya bisa berkah dan bermanfaat untuk semua.

Sibolga, kota pelabuhan yang bisa dibilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya yang ramai. Kota yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada hasil laut ini adalah kota kesekian dari episode panjang dalam hidupku. Dari perjalanan itu aku banyak belajar, banyak melihat dan berusaha menterjemahkan pesan kakekku ketika aku pertama kali keluar dari Wonogiri (kota kelahiranku) dan pergi ke Semarang untuk melanjutkan studi. Beliau berpesan, “Ojo mung waton ngomong, ananging ngomong nganggo waton” (Jangan asal bicara, tapi sadar apa yang dibicarakan), karena disetiap tempat yang kita singgahi berbeda pula karakter juga kondisi masyarakatnya. Sama halnya dengan disini, aku harus pinter – pinter bawa diri, karena mayoritas penduduk sini adalah orang batak, yang orang bilang kasar dll, meski sebenarnya tidak semuanya benar, karena kasar di Jawa belum tentu kasar di sini. Walau begitu ada pula pendatang dari Jawa, dan tidak sedikit dari mereka adalah perantau dari Solo dan sekitarnya, termasuk Wonogiri, kota tercinta.

Ada cerita lucu ketika aku dapat tugas mengurus BBM yang akan digunakan dalam operasi unit di Pertamina cabang Sibolga. Disana aku bertemu dengan penjual jamu gendong (kenyataanya yang nggendong sepeda mini, tapi tetep aja dipanggil mbak jamu gendong). Dari cara dia ngomong, aku sudah bisa nebak kalau dia orang jawa, dan ga jauh – jauh dari Solo, dan ternyata benar, dia orang Sukoharjo. Hari berikutnya ketemu lagi orang Karanganyar (bakso seller), Sukoharjo lagi (bakso seller juga), orang Wonogiri (juice seller) dll. Meski kebanyakan perantau dari Solo ini pedagang, jangan bandingkan penghasilan per bulannya dengan penghasilan seorang OJT dari salah satu BUMN dengan aset terbesar di negeri ini, karena bisa malu sendiri awak nih. Alhamdulillah, ternyata aku tidak sendiri di Kota kecil ini.

fin but not actually fin….


Hhh…tiada kata yang pantas terucap selain “Alhamdulillah…” segala puji bagi-Mu ya Alloh… Setelah penantian dan perjuangan panjang, dapet juga yang aku impikan, sesuatu yang insy4WI bisa dijadikan pegangan hidup, mudah2an kedepannya diberi kelancaran segala urusan.

Hmmm…sepertinya aku dah lama sekali da pernah update blog ini, selain sibuk dengan urusan “duniawi” alias mencari sesuap nasi segenggam berlian, dari kota satu ke kota yang lain, dari kerjaan satu ke kerja yang lain pula, meski status tetep sama “kuli”. Ya, kuli dalam artian sebenarnya, seorang pekerja yang selalu disuruh2, belom punya wewenang, belom bisa merintah orang, dengan gaji pas2an tentunya. klo diingat perjuangan dulu mah, pedih, perih seperti luka disiram air garam, seperti pepatah dari Tapian Nauli, “Sudah jatuh tertimpa boiler…”. Tapi setidaknya dari sana aku banyak belajar, bahwa hidup tak selamanya berjalan sesuai harapan, kadang naik kadang turun, semakin banyak naik, semakin sakit pula ketika kau jatuh, semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kencang pula angin berhembus (nasehat dari kakaku tersayang sebelum berangkat ke pulau seberang).

Banyak cerita yang sebenernya pengen aku ceritakan, tapi entah aku bisa menyampaikan dengan bahasa yang bagus sehingga siapapun yang membaca coretanku ini tau perjalanan panjangku hingga terdampar di kota kecil dengan penduduk yang tidak sedikit ini… Semoga ini adalah awal dari coretan2ku selanjutnya, aku usahaain ceritanya runtut…

Salam dari Teluk Tapian Nauli – Tapanuli Utara

ambisi iBRAhimovic???


Keinginan Ibrahimovic untuk meninggalkan Juve akhirnya tercapai sudah. Ia mengikuti jejak Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta, Emerson dan Patrick Vieira yang telah lebih dahulu meninggalkan klub raksasa Turin ini.

Seperti dilansir Yahoo Sport, Juventus melepas Ibrahimovic ke Nerazzurri dengan transfer US$ 31,95 juta atau sekitar Rp 290 miliar. Dengan penjualan tersebut Juve meraup keuntungan sebesar Rp 174 miliar dibanding ketika dibeli dari Ajax Amsterdam 2004 lalu.

—(detik.com)—

Hhh…hilang satu lagi pemain juve, setan ibrahimovic yang dah jadi idola gw pas maen Pe eS malah pergi. hiks2 swedih juga, dah degradasi ke seri Bhe, pemain top nya ilang smua, pendapatan dari hak siar turun drastis, saham anjlok!!! JUVEku… tetep semangat yak, tahun depan harus balik ke serie A lagi!!! VIVA BIANCONERRI…!!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.